Wawancara Berbasis Kompetensi – Pendekatan STAR

May 29, 12 Wawancara Berbasis Kompetensi – Pendekatan STAR

Dalam beberapa tahun terakhir ini, di dunia HR ada istilah yang sedang naik daun “competency-based interview”  atau wawancara berbasis kompetensi. Di lembaga tempat saya bekerja (Perserikatan Bangsa Bangsa), wawancara berbasis kompetensi sekarang menjadi standard dengan acuan kepada UN Core Values and Core Competencies dan ini dilakukan oleh baik pada tingkat Headquarter maupun tingkat country office.  Saya ingin sedikit berbagi kepada semua tentang pendekatan yang bisa dilakukan sebagai orang yang diwawancarai untuk menghadapi wawancara dengan model seperti ini. 

Sebelum masuk kepada salah satu pendekatan yang akan dibahas, ada baiknya kita mengetahui dulu beberapa terminologi yang terkait.

  • Asesmen Kompetensi – sebuah proses yang dilakukan seorang asesor untuk menentukan tingkat kemahiran seseorang (pegawai atau calon pegawai pada tingkat kompetensi tertentu. hal yang dilakukan oleh asesor atau pewawancara adalah menilai kualitas dan ditujukan untuk menarik kesimpulan berdasarkan fakta.
  • wawancara kompetensi – adalah sebuah teknik wawancara yang terstruktur yang ditujukan untuk mengumpulkan bukti tentang calon atau kandidat dan mencari data berdasarkan pengalaman masa lalu si kandidat. Data ini kemudian dijadikan alat untuk memprediksikan kemampuan seseorang pada pekerjaan tertentu.
     

Dari sisi organisasi ada beberapa keuntungan dengan menerapkan wawancara terstruktur seperti ini:

  • Tingkat akurasi yang lebih tinggi (hingga 3 kali dari pada metode konvensional) karena metode ini dirancang untuk mendapatkan bukti perilaku dan prestasi kerja sebelumnya.
  • Mengurangi turnover karena kesalahan dalam proses pemilihan, dengan penilaian yang lebih baik untuk kesesuaian pekerjaan dengan sumber daya manusia sehingga  kinerja yang efektif lebih cepat dicapai
  • Kompetensi sendiri menjadi standar bagi pelamar dan juga kesamaan bahasa bagi pewawancara.

Nah itu tadi alasan mengapa metode ini banyak digunakan oleh organisasi saat ini. Sekarang bagaimana dengan pelamar, apa yang harus dilakukan dalam menghadapi metode wawancara ini?

Salah satu pendekatan yang bisa dipakai adalah STAR, yang merupakan singkatan dari:

  • Situation
  • Task
  • Action
  • Result.

Metode ini  adalah teknik komunikasi yang secara universal diakui sebagai teknik yang membantu seseorang untuk menyediakan jawaban yang menyeluruh dan memiliki arti untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang meminta contoh. pada saat yang bersamaan juga, keuntungannya adalah metode ini sangat sederhana dan mudah diterapkan.

Banyak pewawancara sudah dilatih menggunakan struktur STAR ini. Dalam struktur STAR informasi yang akan kita berikan kepada pewawancara harus kita sampaikan dalam struktur tertentu dan sebagai hasilnya pewawancara akan lebih bisa menerima jawaban atau pesan yang kita sampaikan. Mari kita bahas satu persatu.

Langkah 1 – Situation or Task

Gambarkan sebuah situasi dimana anda dihadapkan dengan sebuah situasi atau tugas yang harus diselesesaikan.  Dengan pendekatan STAR pertama kali kita harus menetapkan konteksnya. Buatlah konteks ini sesingkat mungkin tapi memberi informasi yang banyak, fokuskan hanya pada hal-hal yang berguna dalam menunjang cerita kita.

contoh: Jika pertanyaannya adalah mendeskripsikan situasi dimana kita berhadapan dengan orang yang sulit, yang perlu dijelaskan adalah bagaimana kita bisa bertemu orang tersebut dan jelaskan alasan kenapa mereka sulit. Jika pertanyaanya meminta contoh dari kerja kelompok, kita harus jelaskan pengalaman tentang tugas yang harus diselesaikan sebagai kelompok.

 

Langkah 2 – Action

Bagian ini adalah bagian terpenting dalam pendekatan STAR dimana disini, orang yang diwawancarai harus mendemonstrasikan dan menampilkan kemampuan dan atribut personal yang coba di tes oleh pertanyaan si pewawancara. tadi di awal kita sudah tetapkan konteksnya, nah disini kita harus menjelaskan Apa yang Saya Lakukan . Ada beberapa hal yang perlu diingat:

  • Be personal, i.e. bicara tentang diri Anda, bukan anggota kelompok yang lain.
  • Go into some detail. Jelaskan detailnya jangan berasumsi pewawancara akan menebak apa yang kita maksudkan.
  • Steer clear of technical information. Jauhi informasi yang sifatnya teknis, kecuali informasi teknis tersebut penting untuk cerita Anda, ingat tidak semua pewawancara punya latar belakang informasoi yang sama dengan Anda .
  • Jelaskan apa yang Anda lakukan, bagaimana caranya dan alasan kenapa Anda melakukan hal tersebut.

 What you did and how you did it

Si pewawancara ingin mengetahui bagaimana reaksi Anda terhadap situasi yang disampaikan. Disinilah saatnya Anda tunjukkan dan “menjual”  kemampuan penting Anda. Contoh: Anda bisa menjelaskan bagaimana Anda memimpin atau memanfaatkan tim untuk mencapai tujuan tertentu dan bagaimana Anda menggunakan kemampuan komunikasi Anda untuk menginformasikan ke semua anggota tim  tentang status pekerjaan dll.

 Why you did it

Contohnya; saat berdikusi mengenai sebuah situasi yang menghadapkan Anda atau membuat Anda terlibat dalam sebuah konflik, banyak kandidat biasanya menjawab; ” Saya bilang kepada rekan saya untuk tenangkan diri dan saya jelaskan kepada yang bersangkutan letak persoalannya”

Kelemahan jawaban seperti ini adalah tidak memberikan gambaran bagi sipewawancara alsan yang membuat Anda melakukan hal tersebut. Bagaimana cara Anda menenangkan rekan Anda? bagaimana cara Anda menjelaskan persoalannya? dengan menampilkan alasan kenapa Anda melakukan sebuah tindakan, hal ini akan memberikan hasil yang lebih baik. Contoh:

“Saya bisa merasakan rekan saya tersinggung dan Saya meminta dia dengan baik-baik untuk menjelaskan kepada saya apa yang menurut dia menjadi titik permasalahan. Dengan memberikan ruang bagi rekan saya untuk mengeluarkan unek-unek dan emosinya, Saya memiliki kesempatan untuk menenangkannya. kemudian sesudah itu baru saya bisa menjelaskan kepadanya sudut pandang saya tentang permasalahan tersebut, dan menekaknkan pentingnya untuk mencari solusi yang pas untuk kita berdua” .

contoh jawaban ini akan membantu pewawancara memahami apa yang mengarahkan tidakan kita dan menegaskan bahwa dalam melakukan tindakan Anda sudah melakukan kalkulasi akan konsekuensi tindakan tersebut, dengan demikian Anda tetap mengontrol situasinya. Hal ini memberikan lebih banyak informasi tentang Anda sebagai individu dan ini juga alasan kenapa pendekatan STAR sangat berguna.

 Step 3 – Result

Jelaskan apa yang terjadi, bagaimana akhirnya. Dalam proses ini kita punya kesempatan untuk menjelaskan achievement yang kita capai sekaligus apa yang kita bisa pelajari dari situasi tersebut. Anda bisa membuiat jawaban ini lebih personal dan mengedepankan kemampuan Anda yang lain.

Hal ini mungkin adalah bagian jawaban yang sangat penting. Si pewawancara ingin mengetahui bahwa Anda menggunakan berbagai skill untuk mencapai tujuan Anda. Sehingga di bagian ini Anda harus bisa menggambarkan dalam jawaban Anda bahwa Anda melakukan tidakan yang spesifik karena Anda ingin mencapai tujuan yang spesifik, bukan karena kebetulan saja.

Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi Anda. Silahkan berlatih dan mencoba teknik ini :)

Patria

[social_share/]

1 Comment

  1. Dalam menjalani pemeriksaan #psikologi, tidak perlu persiapan khusus. Just be your self ;)

Leave a Reply

Switch to our mobile site

%d bloggers like this: